Di Sepanjang 91 Kilometer Pantai di Pangandaran Butuh 20 Alat Pendeteksi Tsunami

News —Rabu, 21 Jul 2021 08:29
    Bagikan  
Di Sepanjang 91 Kilometer Pantai di Pangandaran Butuh 20 Alat Pendeteksi Tsunami
Di Sepanjang 91 Kilometer Pantai di Pangandaran Butuh 20 Alat Pendeteksi Tsunami (foto: doc)

PANGANDARAN, DEPOSTJOGJA

Kabupaten Pangandaran memiliki panjang garis pantai terbentang 91 kilometer. Idealnya, sepanjang pantai tersebut dibutuhkan sebanyak 20 lebih alat pendeteksi tsunama atau Early Warning System (EWS).

Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pangandaran Dani Hamdani menyatakan, bahwa saat ini Pangandaran hanya memiliki dua alat EWS yang masih berfungsi.

"Awalnya sih ada beberapa buah, tapi sekarang alat yang masih berfungsi tersisa dua unit," ujarnya.

Menurut dia, dua alat EWS tersebut terletak di Bojongsalawe Kecamatan Parigi dan Desa Pangandaran Kecamatan Pangandaran.

"Keduanya masih aktif dan di uji coba atau dibunyikan setiap bulan sebagai percobaan," katanya.

Baca juga: Ucapan Idul Adha yang Menyentuh Hati

Baca juga: Resep Telur Gulung ala Rumahan yang Lezat


Dani mengatakan bahwa pihaknya sudah mengajukan penambahan alat EWS kepada pihak Provinsi, namun belum ada realisasi.

"Kalau usulan sudah kita sampaikan ke Provinsi terkait ingin menambah beberapa alat pendeteksi tsunami terutama di daerah yang rawan," ucapnya.

Dani menjelaskan, dengan bentang garis pantai sepanjang 91 kilometer setidaknya dibutuhkan 20 lebih alat EWS yang harus dipasang.

"Di pantai Pangandaran saja masih perlu di tambah satu lagi alat EWS," ucap Dani.

Kabid Kedaruratan dan Logostik BPBD Kabupaten Pangandaran Jajang Herliana Lilihar menerangkan, bahwa alat EWS berfungsi untuk meminimalisir terjadinya korban saat tsunami.

Baca juga: Lengkap Beserta Artinya, Bacaan Niat Puasa Sunnah Menjelang Idhul Adha

Baca juga: Read the explanation! Why You Are Often Angry

"Jadi ada waktu 20 menit setelah terjadi gempa, lima menit awal dibutuhkan untuk menganilisis potensi terjadinya tsunami, jika berpotensi maka EWS dibunyikan barulah untuk mengevakuasi warga," terangnya.

Jajang menyebutkan, daerah yang padat penduduknya dan berada di dekat pantai itu seperti Pantai Pangandaran, Legokjawa dan Batuhiu.

"Selain itu, daerah pantai Madasari dan Ciparanti juga daerah yang padat penduduknya, Seperti diketahui pada tahun 2006 lalu Kabupaten Pangandaran diterjang Tsunami yang menewaskan sekitar 800 jiwa," pungkasnya. (Deni)

Baca juga: Ramalan Zodiak Hari Ini Senin 19 Juli 2021, Gemini Menjaga Kesehatan, Pisces Terlalu Cuek

Baca juga: Simak Penjelasannya! Kenapa Anda Sering Marah

Editor: Riyan
    Bagikan  

Berita Terkait