Merdunya Sarangi di Khatmandu (Bagian 2)

Wisata —Jumat, 14 Jan 2022 10:45
    Bagikan  
Merdunya Sarangi di Khatmandu (Bagian 2)
sumber foto : diah suhandi

DEPOSTJOGJA-Kathmandu adalah kota terbesar sekaligus ibukota dari Republik Demokratik Nepal. Nepal sendiri adalah sebuah negara kecil di Asia Selatan yang diapit oleh India dan Tiongkok. Sebagai negara tempat kelahiran sang Budha Sidharta Gautama, mayoritas penduduk Nepal memeluk agama Hindu dan Budha. Negeri yang berada di kawasan pegunungan Himalaya dan dikelilingi oleh beberapa pegunungan tertinggi di dunia ini menjadikan Nepal sebagai "officially highest country on earth" atau negeri tertinggi di muka bumi dan menjadikan Nepal sebagai salah satu negara yang paling banyak dikunjungi wisatawan terutama para pecinta petualangan.

KATHMANDU DURBAR SQUARE DAN LEGENDA DEWI KUMARI

Menurut catatan sejarah, Kathmandu Durbar Square atau alun-alun kota Kathmandu ini telah ada sejak abad ke-3 masehi, sedangkan kompleks istana di area Durbar Square atau familiar disebut istana Hanuman Dhoka didirikan pada era Sankharadev tahun 1069 - 1083 masehi. Masih di sekitar kompleks Kathmandu Durbar Square terdapat pula beberapa kuil Hindu yang dibangun pada tahun 1500an oleh raja Ratna Malla yang saat itu tengah berkuasa. Kompleks Istana raja ini menjadi tempat tinggal resmi keluarga kerajaan sampai dengan abad 19 dan juga menjadi tempat penobatan raja - raja Nepal.

Baca juga: Merdunya Sarangi di Khatmandu (Bagian 1)

Baca juga: Terus Berinovasi Lahirkan Gagasan Lewat “Youth Space”

Di bagian selatan kompleks Kathmandu Durbar Square terdapat satu bangunan yang disebut Kumari Ghar, atau tempat tinggal sang Raj Kumari, yaitu seorang gadis perawan yang telah melewati seleksi mistis dan ketat serta dipercaya sebagai titisan dari Dewi Hindu Durga. Selain banyak dikunjungi pemuja yang meminta restunya di hari-hari biasa, Sang Dewi pun akan menampakkan dirinya pada perayaan dan festival keagamaan terutama pada perayaan tahunan terbesar di Nepal, yaitu festival Indra Jatra.

Seorang Dewi Kumari akan duduk ditandu dan diarak berkeliling kota dimana orang-orang berdesakan ingin melihat sosoknya dari dekat karena dipercaya hal tersebut akan membawa berkah tersendiri untuk mereka. kebetulan kami datang beberapa hari sebelum perayaan Indra Jatra berlangsung sehingga sempat melihat beberapa persiapan untuk festival yang berlangsung selama delapan hari tersebut. Seorang Dewi Kumari akan kehilangan gelar Kumari nya saat sang gadis mendapatkan menstruasi pertamanya, maka setelah itu sang gadis akan melanjutkan hidup sebagaimana manusia normal lainnya dan Kumari yang baru pun akan dipilih.* (BERSAMBUNG) – DIAH SUHANDI

(Penulis, Diah Suhandi, pecinta traveling yang sering melakukan perjalanan luar ataupun dalam negeri. Penulis juga pemilik dari maliQa Travel Consultant. Informasi lebih lanjut bisa klik Instagram @dididididoy19)

Baca juga: Merdunya Sarangi di Khatmandu (Bagian 1)

Baca juga: Terus Berinovasi Lahirkan Gagasan Lewat “Youth Space”


Editor: Nadya
    Bagikan  

Berita Terkait