Gerhana Bulan Total, Inilah Mitos Saat Gerhana Bulan Datang

News —Senin, 7 Nov 2022 11:41
    Bagikan  
Gerhana Bulan Total, Inilah Mitos Saat Gerhana Bulan Datang
Pinterest

DepostJogja,- Gerhana Bulan total atau super blood moon akan terjadi pada Selasa, 08 Nov 2022.
Menurut Badan Meteorologi Geofisika dan Klimatologi (BMKG), gerhana Bulan merupakan peristiwa terhalangnya sinar Matahari oleh Bumi, sehingga tidak semuanya sampai ke Bulan jika dilihat dari Bumi.
Gerhana bulan merupakan peristiwa alam yang cukup langka, karena posisi matahari, bumi dan bulan berada pada garis yang cukup sejajar. Gerhana bulan total terjadi pada fase bulan purnama, tetapi tidak semua bulan purnama dapat mengalami gerhana bulan. Maka dari itu fenomena gerhana bulan yang akan terjadi nanti cukup langka.
Peristiwa gerhana bulan sudah pernah terjadi di Indonesia, tercatat sudah enam kali dilaporkan oleh pihak BMKG dalam 10 tahun terakhir, termasuk yang akan terjadi dini hari nanti.
Namun apakah kamu tau, apa saja deretan mitos-mitos tentang gerhana bulan total menurut berbagai dunia? Ayo simak bersama.

Baca juga: Jangan Sepelekan Insomnia, Inilah Cara Sederhana Untuk Mengobatinya
1. Pertanda Bencana
Di negeri para dewa yakni Yunani, dahulu Masyarakat Yunani Kuno percaya bahwa gerhana merupakan kemarahan dari para dewa. Selain itu, kedatangan gerhana juga dipercaya sebagai tanda dari adanya bencana dan kerusakan. 

2. Perempuan Hamil Harus di Dalam Rumah
Sebagian masyarakat seperti di Meksiko, India, hingga Indonesia pernah mempercayai mitos bahwa selama terjadi gerhana bagi perempuan hamil tidak boleh berada di luar rumah. Bahkan mereka dianjurkan membawa gunting sebagai bentuk keamanan apabila terjadi sesuatu yang dianggap mengganggu kehamilan.

3. Terjadi Pertengkaran
Di negara Afrika, Suku Batammaliba meyakini mitos bahwa gerhana matahari atau bulan terjadi karena keduanya sedang berperang di langit. Maka dari itu setiap gerhana cincin, anggota suku Batammaliba melakukan ritual untuk mendamaikan kembali agar kegelapan cepat berlalu.

4. Naga yang Haus Darah
Di negeri Tirai Bambu, masyarakat Tionghoa memiliki mitos bahwa warna merah pada bulan yang hampir menyerupai darah saat gerhana disebabkan oleh naga yang haus darah. Naga akan turun ke bumi untuk memangsa manusia.
Tak hanya itu, ada juga mitos tentang seekor Naga yang menelan matahari yang pernah diyakini oleh masyarakat Tiongkok kuno. Mereka percaya bahwa kegelapan dari gerhana matahari disebabkan oleh Naga langit, yang menelan matahari dan bulan.
Biasanya untuk mengusir sang Naga, masyarakat di Cina kemudian membunyikan petasan. Cara lainnya yakni dengan menggelar pertunjukan seni sampai bulan kembali seperti semula.

5. Terjadi Pertengkaran
Di negara Afrika, Suku Batammaliba meyakini mitos bahwa gerhana matahari atau bulan terjadi karena keduanya sedang berperang di langit. Maka dari itu setiap gerhana cincin, anggota suku Batammaliba melakukan ritual untuk mendamaikan kembali agar kegelapan cepat berlalu.

Itulah mitos-mitos gerhana Bulan yang berkembang dan dipercaya dari berbagai negara pada jamannya.

Editor: Ririn
    Bagikan  

Berita Terkait