Destinasi Wisata Pura Tirta Empul yang Penuh Sejarah di Bali

Wisata —Selasa, 4 Apr 2023 10:47
    Bagikan  
Destinasi Wisata Pura Tirta Empul yang Penuh Sejarah di Bali
foto: istimewa

DepostJogja,-Tirta Empul adalah nama sebuah pura Hindu yang terletak di desa Manukaya, kecamatan Tampak Siring, kabupaten Gianyar Bali. Keunikan arsitektur dan adanya mata air pada area dalam pura, membuat pura Tirta Empul menarik banyak kunjungan wisatawan. Baik wisatawan mancanegara maupun wisatawan domestik. Jika anda sedang merencanakan liburan ke pulau Bali.

Sejarah Tirta Empul

Selain sebagai tempat bersembahyang umat Hindu, Pura Tirta Empul sebuah pura Hindu yang memiliki keunikan tersendiri jika anda bandingkan dengan pura Hindu di Bali yang lain. Seperti pura Uluwatu atau Pura Tanah Lot.

Mata air Pura Tirta Empul (istimewa)

Keunikan utama dari pura Tirta Empul terdapat pada mata air alami yang berada di dalam area pura. Air dari mata air ini di gunakan oleh masyarakat pemeluk agama Hindu, untuk permandian menyucikan diri dan memohon tirta suci. Dewa yang di puja di Pura Tirta Empul adalah dewa Indra.

Menurut Media yang beredar pembangunan Tirta Empul di temukan sekitar tahun 926 Masehi, pada masa dinasti Warmadewa dari abad 10 sampai abad 14. Selain itu, ada beberapa mitos dalam sejarah berdirinya pura Tirta Empul Tampak Siring.

Mata air ini di beri nama Tirta Empul yang berarti mata air suci yang timbul dari tanah. Kemudian, di sekitar area mata air di bangun pura untuk memuja dewa Indra yang di beri nama Pura Tirta Empul.

Baca juga: Motor Listrik Yadea G6: Mengubah Masa Depan Kendaraan Ramah Lingkungan

Asal Mula Nama Tapak Siring

Tampak Siring berasal dari kata Tampak yang berarti telapak dan Siring berarti miring. Usana Bali salah satu lontar yang menceritakan tentang sejarah pura Tirta Empul Tampak Siring Bali. Telapak yang ada dalam nama tempat wisata pura Tirta Empul, di ceritakan sebagai telapak dari raja yang bernama Mayadenawa.

Patung Mayadenawa, Tapak Siring (Istimewa)

Mayadenawa konon adalah seorang raja sakti dan memiliki ilmu menghilang dan dapat merubah dirinya menjadi banyak bentuk. Namun Raja Mayadenawa memiliki sifat jahat dan beraggapan dirinya adalah seorang dewa.

Karena bersifat jahat, maka seorang pendeta yang bernama Kulputih, berdoa dan memohon kepada dewa Indra agar dewa Indra berkenan melawan dan membasmi raja Mayadenawa.

Doa pendeta Kulputih di kabulkan oleh dewa Indra. Kemudian, Dewa Indra mengirim pasukan beliau, untuk menghancurkan Mayadenawa. Lebih lanjut, Mayadenawa yang kalah perang melawan Dewa Indra membuat Mayadenawa lari ke dalam hutan.

Pada malam hari, Raja Mayadenawa memasuki area perkemahan pasukan dewa Indra dengan diam-diam. Kemudian Mayadenawa menaruh air beracun pada tempat air minum pasukan dewa Indra yang berada dalam area perkemahan. Dengan tujuan agar di minum oleh pasukan dewa Indra.

Pada saat menyelinap memasuki area perkemahan pasukan dewa Indra, Mayadenawa menggunakan sisi telapak kakinya untuk berjalan. Dengan tujuan agar tidak meninggalkan jejak kaki di perkemahan yang dapat membuat pasukan dewa Indra curiga. Jika anda bertanya apa yang dimaksud dengan nama Tampak Siring? Jejak kaki miring inilah asal mula dari nama Tampak Siring yang berarti jejak miring.

Dengan air beracun, Mayadenawa berhasil melemahkan sebagian dari pasukan dewa Indra, yang mengejar Mayadenawa.

Baca juga: Paparan Wisata Sawah Berundak Ubud Bali

Istana Presiden Indonesia

Selain pura Hindu, di tempat wisata Tampak Siring terdapat istana kepresidenan yang di dirikan oleh presiden pertama Indonesia, IR Soekarno sebagai tempat peristirahatan beliau saat berkunjung ke Bali. Istana Tampak Siring di bangun dari tahun 1957 – 1960.

Pembangunan istana kepresidenan Tampaksiring di lakukan secara perlahan-lahan dan mengalami tahapan. Artiktek yang mendesain istana kepresidenan adalah RM Soedarsono. Bangunan awal yang di bangun pada tahun 1957 adalah wisma Merdeka dan wisma Yudistira.

Istana Presiden, Tapak Siring (Istimewa)

Istana Tampak Siring mengalami penambahan bangunan pada tahun 2003, yang di peruntukan untuk KTT ASEAN Summit XIV. Penambahan bangunan pada Istana Tampak Siring, berupa bangunan untuk sarana konfrensi dan resepsi tamu negara.Balai Wantilan yang ada di Istana Tampak Siring, juga mengalami renovasi untuk acara pertujukan kesenian tamu negara.

Tujuan dari pembangunan istana kepresidenan ini, sebagai tempat Presiden, keluarga presiden dan tamu negara beristirahat saat berkunjung ke pulau Bali.

Lokasi Tirta Empul

Tirta Empul terletak di desa Manukaya, kecamatan Tampak Siring, kabupaten Gianyar. Keunikan arsitektur dan adanya mata air pada area dalam pura, membuat pura Tirta Empul menarik banyak kunjungan wisatawan, baik wisatawan mancanegara maupun wisatawan domestik. Jarak Tirta Empul dari airport Ngurah Rai, kurang lebih 52 kilometer yang memerlukan waktu 1 jam 30 menit.

Editor: Ririn
    Bagikan  

Berita Terkait