PADA INDERA MANAKAH KAU SEMBUNYIKAN RESAH?
bekas hujan menandai pagi yang gelisah
semalaman curahnya seperti menetakkan isyarat. Tak mampu aku membacanya
apakah musim enggan bicara terbuka
sedangkan kabut sudah menyampaikan bahasa tanda
pada indera manakah kau sembunyikan resah?
ungkapkanlah. Bukankah bekas luka adalah sayat alamiah?
takkan bisa kau tutupi
bahkan dengan gestur bahagia
bahkan dengan cahaya wajah yang kau kelola.
(2021)
HATI TELANJUR PEPAT MENAFSIR MIMPI
kau biarkankah sepi menguasai pagi?
dari sejak semburat cahaya tiba
tak ada yang mampu memainkan musik jiwa
hati telanjur pepat menafsir-nafsir mimpi
hingga pagi sebergegas itu pergi
lalu simfoni seperti apa yang kita tunggu?
(2021)
Baca juga: Wisata Bunker Kaliadem, Tilas Jejak Letusan Gunung Merapi
Baca juga: Jogja Bay Waterpark, Wisata Wahana Air Lengkap di Jogjakarta