Ini Dia 8 Band Top Indonesia yang Berasal Jogja, Siapa Saja Mereka? Simak Artikel Berikut

News —Kamis, 24 Jun 2021 14:18
    Bagikan  
Ini Dia 8 Band Top Indonesia yang Berasal Jogja, Siapa Saja Mereka? Simak Artikel Berikut
Image/Istimewa

YOGYAKARTA, DEPOSTJOGJA

Tak hanya dikenal sebagai kota pelajar, Jogja pun dikenal dengan kultur anak mudanya yang kreatif. Anak muda Yogyakarta selalu kreatif dalam berbagai hal, dan salah satunya adalah musik.

Hal ini terbukti dari banyaknya band atau musisi asal kota Gudeg ini yang sukses di industry music, bahkan hingga dikenal di kancah internasional. Tak melulu hanya band atau musisi pop saja, Jogja pun memiliki beragam band dan musisi yang berhasil mencicipi kesuksesan di industri musik tanah air.

Namun jika membicarakan soal kesuksesan, tentu akan ada berbagai faktor penilaian, mungkin salah satunya seperti bagaimana mereka bisa bertahan dan terus eksis berkerya dari masa ke masa hingga saat ini. Seakan karier musiknya terus menanjak, berikut ini 8 band top Indonesia yang berasal dari Jogja.

Letto

Band Jogja yang memulai kariernya dengan album 'Truth, Cry and Lie' (2005) ini dulunya bernaung di bawah label Musica Studio's. Selama berada di bawah Musica Studio’s band ini sempat mengecap kesuksesan. Namun kontraknya berakhir pada album keempat mereka 'Cinta ... Bersabarlah' (2011). Mereka memutuskan untuk pisah dari Musica sejak 2014 silam.

Siapa sangka band yang kini sudah berjalan secara mandiri ini juga sudah sangat sering diisukan bubar atau tidak laku lagi, lantaran sudah tak pernah tampil di TV. Menanggapi hal itu, mereka mengaku memang sudah 'malas' untuk memenuhi undangan manggung dari TV dengan berbagai alasan.

Kini, band yang kini beranggotakan enam personel ini mengaku bebas ketika tak ikut perusahaan rekaman besar dan jarang masuk TV. Alasannya, strategi promo yang sudah mereka lakukan sendiri terbukti berjalan efektif dan jadwal manggungnya bisa dibilang tak pernah berhenti. Sebelum pandemi menyerang dunia, Letto, diakui Patub (Gitaris) pernah menerima langsung 11 undangan manggung dalam waktu sebulan.

BACA JUGA: Menandingi Kuasa Tuhan, China Berhasil Membuat Matahari Buatan 15 Kali Lebih Panas Dari Matahari

Sheila on 7

Band legendaris idola generasi 90-an ini jangan ditanya. Sheila On 7 merupakan band asal Jogja yang sempat mengalami kesuksesannya di Industri musik tanah air ini memang sudah jarang terlihat di TV, namun siapa sangka jadwal panggung off-airnya juga tak pernah habis. Sebelum Pandemi, jadwal Off-air mereka rata-rata 1-2 kali tiap weekend. Bisa ditambah jadwal-jadwal lainnya yang ada di weekdays.

Selain itu, pengalaman padatnya jadwal manggung mereka juga diceritakan Tomo Widayat, additional gitar sekaligus keyboard Sheila On 7. Menurut Tomo, jadwal mereka ini rata-rata sangat padat selama sebulan, bahkan pernah sampai 12 kali manggung dalam sebulan.

Menurut Adam (Basist Sheila On 7), bandnya semakin ke sini memang membatasi untuk tampil di TV. Alasannya zaman sekarang acara musik di TV kualitasnya bisa dibilang sudah tak sebagus dan seramai dulu.

The Rain

Band asal Jogja satu ini pun sempat mengecap kesuksesan, karena lagu-lagunya yang easy listening banyak digemari masyarakat. Empat pemuda yang dulu bandnya bernama No Rain ini juga bisa dibilang jadwal manggung off airnya selalu ada. Meski memang, terkadang The Rain masih mau memenuhi undangan acara musik beberapa stasiun televisi jika jadwal mereka masih memungkinkan untuk datang.

BACA JUGA: 35 Tahun Sudah Kahitna Menemani Cerita Cinta Kita Semua dengan Karyanya

Jikustik

Band ini sering disebut-sebut 'satu angkatan' dengan Sheila On 7. Jikustik pun sempat mengecap kesuksesan di Industri musik lewat lagu-lagunya yang romantis. Setelah ditinggal Pongki Barata dan Mirza 'Icha' Hakim, band ini memang sempat meredup dan kerap dikira masyarakat bubar jalan. Apalagi ketika semakin jarang on-air di TV.

Padahal justru sebaliknya. Setelah Jikustik diperkuat oleh vokalis barunya, Brian Prasetyoadi, Jikustik tetap bisa bertahan dan berkarya tanpa menghilangkan benang merah musiknya.

Shaggydog

Band ska legendaris asal kota Jogja ini diam-diam juga 'berbahaya'. Meski dari awal karier sampai sekarang berkomitmen untuk berjalan di jalur sidestream (bekerja mandiri tanpa perusahaan rekaman besar yang mainstream), nyatanya band yang sudah berusia lebih dari 20 tahun ini tetap bersinar meski sangat jarang tampil di TV seperti rekan-rekan musisi Jogja lainnya.

Bahkan selain di Indonesia, Shaggydog pernah bikin 'heboh' jagat musik Tanah Air karena bisa turut memeriahkan event musik internasional SXSW di Amerika pada 2016 lalu. Dan beberapa acara musik bergengsi lainnya di Eropa

Seventeen

Seventeen sendiri mulai terbentuk pada 1999 dengan nama Sweet Seventeen yang digawangi oleh Andi (drum), Bani (bass), Herman dan Yudhi (drum), Doni Gembor (vokal). Seperti kebanyakan band lainnya, Seventeen pun sempat beberapa kali berubah formasi hingga akhirnya berjalan dengan empat personel.

Berkarier di industri musik selama hampir 20 tahun, jalan yang dilalui Seventeen pun tak berjalan mulus. Berbagai lika-liku perjalanan pun sudah pernah dilalui Seventeen, hingga akhirnya membuat mereka menjadi band Indonesia asal Jogja yang dikenal publik hingga sekarang.

BACA JUGA: 24 Juni, Peringatan Hari Bidan Nasional: Momentum Menghargai Profesi Bidan di Indonesia

Tsunami yang terjadi di lima kabupaten di Banten dan Lampung beberapa tahun lalu menjadi kenangan pahit bagi penggemar Seventeen dan industri musik Tanah Air. Tsunami yang disebabkan oleh erupsi Anak Gunung Krakatau tersebut menelan ratusan korban jiwa, tiga di antaranya adalah personel Seventeen, yakni Bani (bassis), Herman (gitaris), dan Andi (drummer).

Tak salah rasanya jika kepergian Bani, Herman dan Andi menyisakan duka mendalam bagi dunia musik Indonesia, khususnya keluarga besar Seventeen. Apalagi ketiga personel tersebut merupakan sosok yang membentuk Seventeen dari awal hingga sekarang.

Endank Soekamti

Trio pop-punk yang super kreatif dan banyak inovasi dalam berkarya ini termasuk 'junior' bila dibandingkan band-band Jogja yang sudah disebutkan di atas. Namun siapa sangka, kalau Endank Soekamti kini bisa dikatakan band yang paling produktif daripada kelima band di atas. Meski pun sebenarnya mereka juga sangat jarang muncul di TV.

Bahkan di saat pandemi seperti ini Endank Soekmati masih aktif berkarya lewat kanal Youtubenya dan mendapatkan tawaran manggung virtual.

Stars and Rabbit

Band duo Elda Suryani dan Adi Widodo ini terbilang sukses di skena sidesteam. Karya Stars and Rabbit selalu mencuri hati para pendengarnya. Terbentuk tahun 2011 silam, karier musik mereka terus saja naik hingga salah satu lagu mereka “The House” menjadi salah satu soundtrack di film Hollywood, “Wander” tahun 2015 lalu. Kemudian pada tahun 2016, mereka juga melakukan “Baby Eyes UK Tour” di empat titik kota Inggris dan Wales.

Namun kabar tidak mengenakan hadir beberapa tahun kebelakang, Adi Widodo pun hengkang dari Stars and Rabbit. Hingga kemudian posisinya diisi oleh gitaris senior Indonesia, yakni Didit Saad. (EK)

Editor: Putri
    Bagikan  

Berita Terkait