Peninggalan Tertua Di Indonesia, Perahu Kuno yang terletak di Kabupaten Rembang

Wisata —Selasa, 22 Jun 2021 14:39
    Bagikan  
Peninggalan Tertua Di Indonesia, Perahu Kuno yang terletak di Kabupaten Rembang
Image/Istimewa

Yogyakarta, Depostjogja 

Kabupaten Rembang merupakan kabupaten yang kaya akan peninggalan sejarah. Salah satunya adalah Perahu kuno yang terletak di desa Punjulharjo, Kecamatan Rembang. Di tempat itu terdapat situs perahu kuno yang disinyalir berasal dari abad ke-7 hingga ke-8 Masehi.
Masa tersebut (abad ke 7-8 M) diperkirakan sejaman dengan masa awal berkembangnya kerajaan Mataram Kuna di Jawa dan awal masa kerajaan Sriwijaya.
Perahu Kuno Punjulharjo dibuat dengan teknik papan ikat dan kupingan pengikat, sebuah tradisi pembuatan perahu yang lazim dijumpai di Asia Tenggara kepulauan sejak awal abad Masehi sampai sekitar abad ke-13 Masehi.
Bahan yang digunakan untuk mengikat didominasi oleh ijuk, selain itu ditemukan juga ikatan yang menggunakan rotan. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa papan perahu berasal dari Suku Sapotaceae Marga Palaquim Species Palaquim. sp, atau dikenal sebagai kayu nyatoh.
Mengingat pentingnya keberadaan Perahu Kuno Punjulharjo ini, direktorat Jendral Purbakala Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bekerja sama dengan Balai Arkeologi Yogyakarta melakukan konservasi terhadap perahu tesebut. Konservasi ini dilakukan selama tujuh tahun, dimulai pada tahun 2011 hingga 2018.

BACA JUGA: Resep Minuman Dalgona Coffe, Cocok Untuk Menemani Siang Hari Anda


Perahu kuna Punjulharjo ditemukan pada bulan Juli 2008 oleh warga setempat ketika sedang menggali tanah untuk membuat tambak garam. Dalam proses penggalian, di kedalaman sekitar 2 meter ditemukan bangkai sebuah perahu dalam posisi membujur timur-barat.
Hasil penelitian menunjukkan beberapa informasi penting. Berikut adalah beberapa informasi penting dari penelitian sementara :

1. Kelengkapan sisa
Kelengkapan sisa perahu bukan hanya masih berbentuk, tetapi juga banyak bagiannya yang dapat menjadi data teknologi perkapalan Nusantara kuno.

2. Umur kapal berasal dari abad ke 7
Umur kapal yang menunjuk pada abad ke-7 Masehi berdasarkan melalui sample tali ijuk yang digunakan untuk mengikat.
Berdasarkan ukuran dan proporsi perahu, yaitu panjang 17.9 meter dan lebar 4.6 meter (sehingga proporsi 1:3), kemungkinan besar perahu tersebut adalah perahu dagang pada masa perkembangan mataram kuno.

BACA JUGA: Terungkap! Rahasia Tetap Awet Muda Yang Mudah Dilakukan

Deskripsi Perahu Kuno Punjulharjo

Perahu Kuno Punjulharjo memiliki ukuran panjang 17,9 meter dengan lebar yang tersisa 4,6 meter. Secara umum kondisi badan perahu masih relatif utuh, namun bagian sisi lebarnya sudah kurang sempurna karena papan-papan perahu bagian atas sudah hilang.
Perahu Kuno Punjulharjo memiliki gading yangberjumlah 17. Dari ketujuh belas gading tersebut, lima diantaranya telah hilang, yaitu gading-gading 1,2,3,8, dan 17. Gading-gading perahu ini tidak dibuat dari kayu utuh, melainkan dari dua atau lebih kayu yang disambung menjadi satu.
Di atas gading terdapat kayu-kayu panjang melintang (di beberapa daerah di Jawa kayu-kayu panjang semacam ini disebut pulangan manjang) yang diikatkan ke gading menggunakan tali ijuk.

Jika tertarik mengunjungi situs Perahu Kuno Punjulharjo lokasinyan sangat mudah dijangkau, sekitar 7 km arah timur alun-alun Rembang sebelah utara jalur pantura. Tepatnya, hanya 500 meter dari pantai Punjulharjo.

Editor: Putri
    Bagikan  

Berita Terkait